Sebuah APAR akan lebih bermanfaat apabila tersedia pada lokasi yang tepat dan orang di sekitarnya mengetahui fungsi serta batas penggunaannya. Karena itu, pengelolaan APAR perlu menjadi bagian dari kebiasaan keselamatan.
Pada Rumah Sakit di Bogor, kondisi lingkungan dapat berbeda antara satu area dengan area lainnya. Ruang kerja, tempat penyimpanan, area pelayanan, ruang mesin dan area umum dapat mempunyai potensi bahaya yang tidak sama.
Fungsi APAR Foam pada Rumah Sakit
Manfaat APAR Foam sangat dipengaruhi oleh kesiapan alat, kesesuaian media, aksesibilitas dan kemampuan pengguna. Keempat aspek tersebut perlu diperhatikan secara bersama.
Pemeriksaan APAR Foam
Jangan menunggu keadaan darurat untuk mengetahui kondisi APAR. Pemeriksaan rutin dapat memperlihatkan perubahan kondisi yang perlu ditindaklanjuti.
- Kondisi fisik tabung.
- Indikator tekanan jika tersedia.
- Label penggunaan.
- Selang dan nozzle.
- Kebersihan bagian luar tabung.
- Bracket atau dudukan.
- Tanda korosi atau kerusakan.
Pemeriksaan visual tidak selalu menggantikan perawatan teknis. Kebutuhan servis harus disesuaikan dengan jenis APAR dan ketentuan yang berlaku.
Mengenal APAR Foam
Sebelum mengandalkan APAR Foam, pengguna perlu mengetahui informasi dasar mengenai media pemadam dan petunjuk yang tercantum pada peralatan.
Memahami Risiko Kebakaran
Potensi kebakaran pada Rumah Sakit di Bogor dapat berasal dari instalasi listrik, peralatan panas, mesin, bahan mudah terbakar maupun aktivitas manusia.
Cara Menggunakan APAR Foam
Penggunaan APAR Foam harus dilakukan hanya ketika kondisi memungkinkan dan pengguna mempunyai jalur keselamatan. Petunjuk pada tabung tetap menjadi acuan utama.
- Hubungi layanan darurat yang sesuai apabila kebakaran tidak dapat dikendalikan.
- Pastikan kondisi sekitar masih aman untuk melakukan pemadaman awal.
- Ikuti petunjuk yang tercantum pada tabung.
- Apabila api berkembang atau kondisi membahayakan, segera tinggalkan area.
- Lakukan penyemprotan dengan tetap memperhatikan posisi aman.
- Lepaskan pengaman sesuai mekanisme APAR.
- Pastikan APAR sesuai dengan karakteristik kebakaran.
- Ambil APAR dengan posisi yang aman.
- Pastikan pengguna mempunyai jalur keluar yang aman.
Kesimpulan
Perlindungan kebakaran membutuhkan pendekatan menyeluruh. APAR dapat membantu respons awal, tetapi keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas ketika kondisi darurat berkembang.
Penempatan APAR Foam
Tanda atau petunjuk yang jelas dapat membantu penghuni Rumah Sakit menemukan APAR Foam. Lokasi pemasangan juga sebaiknya tidak mengganggu aktivitas normal maupun jalur keluar.
Lokasi APAR sebaiknya diketahui oleh orang yang bekerja atau beraktivitas di area tersebut.
Memilih APAR Foam untuk Rumah Sakit
Pemilihan yang baik perlu mempertimbangkan karakteristik tempat dan risiko. Beberapa faktor yang dapat diperhatikan antara lain:
- Jangan memilih hanya berdasarkan harga atau ukuran tabung.
- Pastikan lokasi pemasangan tidak menghalangi jalur keluar.
- Pilih media pemadam yang sesuai dengan kondisi yang mungkin terjadi.
- Perhatikan karakteristik risiko pada setiap ruangan.
- Identifikasi sumber potensi kebakaran di area yang akan dilindungi.
- Perhatikan kemudahan pengguna mengambil APAR.
- Pastikan informasi pada tabung dapat dibaca dengan jelas.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kebiasaan dapat mengurangi kesiapan APAR. Hal-hal berikut sebaiknya menjadi perhatian:
- Mengabaikan kondisi fisik tabung.
- Menunda penanganan ketika APAR menunjukkan kondisi tidak layak.
- Membiarkan akses menuju APAR terhalang.
- Tidak membaca petunjuk penggunaan.
- Menempatkan APAR di belakang barang sehingga sulit diambil.
- Tidak melakukan pemeriksaan berkala.
- Tidak memberikan edukasi kepada pengguna.
Pengelola juga dapat melakukan edukasi secara berkala agar orang yang berada di lingkungan tersebut mengetahui lokasi APAR dan memahami batas penggunaan alat.