Kesiapsiagaan kebakaran tidak hanya bergantung pada keberadaan alat pemadam, tetapi juga pada bagaimana perlengkapan tersebut dipilih, ditempatkan dan dipelihara. APAR menjadi salah satu perlengkapan yang perlu diperhatikan karena digunakan untuk membantu menghadapi kebakaran pada tahap awal.
Kebutuhan perlindungan kebakaran pada Rumah Sakit perlu dilihat berdasarkan aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Sumber panas, peralatan listrik, material yang disimpan dan pola aktivitas harian dapat menjadi bahan pertimbangan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kebiasaan dapat mengurangi kesiapan APAR. Hal-hal berikut sebaiknya menjadi perhatian:
- Menjadikan APAR sebagai satu-satunya perlindungan kebakaran.
- Membiarkan akses menuju APAR terhalang.
- Menganggap semua APAR cocok untuk semua jenis kebakaran.
- Mengabaikan kondisi fisik tabung.
- Memilih jenis APAR tanpa mempertimbangkan risiko.
- Menempatkan APAR di belakang barang sehingga sulit diambil.
- Tidak membaca petunjuk penggunaan.
Penempatan APAR Foam
Kondisi lingkungan tempat pemasangan perlu diperhatikan. APAR harus berada pada lokasi yang tidak mudah mengalami kerusakan dan tetap dapat diperiksa secara visual.
Pemeriksaan lokasi dapat dilakukan untuk memastikan APAR tidak berpindah atau tertutup benda lain.
Membangun Kesiapsiagaan
Kesiapsiagaan pada Rumah Sakit sebaiknya tidak berhenti pada penyediaan APAR. Jalur evakuasi, informasi darurat, komunikasi dan edukasi pengguna juga perlu diperhatikan.
Fungsi APAR Foam pada Rumah Sakit
Keberadaan APAR Foam akan lebih berarti apabila pengguna mengetahui lokasinya dan memahami kapan alat dapat digunakan serta kapan harus meninggalkan area.
Kesimpulan
Perlindungan kebakaran membutuhkan pendekatan menyeluruh. APAR dapat membantu respons awal, tetapi keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas ketika kondisi darurat berkembang.
Memahami Risiko Kebakaran
Sebelum menentukan perlengkapan, pengelola dapat memetakan sumber energi dan material yang terdapat di Rumah Sakit. Langkah ini membantu memahami area yang membutuhkan perhatian lebih.
Fokus Perawatan
Kebutuhan setiap lokasi dapat berbeda sehingga penerapan APAR Foam sebaiknya disesuaikan dengan kondisi aktual.
Edukasi Pengguna
Tidak semua orang harus menjadi ahli pemadaman. Namun, penghuni atau pekerja perlu memahami prinsip keselamatan, lokasi APAR dan kapan harus melakukan evakuasi.
Memilih APAR Foam untuk Rumah Sakit
Sebelum membeli atau menempatkan APAR, ada beberapa hal yang layak diperiksa agar perlengkapan yang dipilih lebih sesuai dengan kondisi lapangan:
- Pastikan informasi pada tabung dapat dibaca dengan jelas.
- Perhatikan kemudahan pengguna mengambil APAR.
- Pastikan lokasi pemasangan tidak menghalangi jalur keluar.
- Perhatikan karakteristik risiko pada setiap ruangan.
- Gunakan evaluasi tenaga kompeten apabila kondisi risikonya kompleks.
- Perhatikan kondisi fisik APAR sebelum digunakan.
Mengenal APAR Foam
Sebelum mengandalkan APAR Foam, pengguna perlu mengetahui informasi dasar mengenai media pemadam dan petunjuk yang tercantum pada peralatan.
Cara Menggunakan APAR Foam
Saat menggunakan APAR, keselamatan pengguna harus menjadi prioritas. Jangan memaksakan pemadaman apabila api sudah berkembang atau lingkungan tidak aman.
- Pastikan APAR sesuai dengan karakteristik kebakaran.
- Lakukan penyemprotan dengan tetap memperhatikan posisi aman.
- Ikuti petunjuk yang tercantum pada tabung.
- Apabila api berkembang atau kondisi membahayakan, segera tinggalkan area.
- Pastikan kondisi sekitar masih aman untuk melakukan pemadaman awal.
- Pastikan pengguna mempunyai jalur keluar yang aman.
- Arahkan media pemadam sesuai petunjuk penggunaan.
- Lepaskan pengaman sesuai mekanisme APAR.
- Ambil APAR dengan posisi yang aman.
Keselamatan harus menjadi prioritas. Apabila api berkembang cepat, asap menjadi pekat atau kondisi tidak lagi aman, segera tinggalkan area dan hubungi layanan darurat yang sesuai.