Sebuah APAR akan lebih bermanfaat apabila tersedia pada lokasi yang tepat dan orang di sekitarnya mengetahui fungsi serta batas penggunaannya. Karena itu, pengelolaan APAR perlu menjadi bagian dari kebiasaan keselamatan.
Pada Toko di Surabaya, kondisi lingkungan dapat berbeda antara satu area dengan area lainnya. Ruang kerja, tempat penyimpanan, area pelayanan, ruang mesin dan area umum dapat mempunyai potensi bahaya yang tidak sama.
Edukasi Pengguna
Kesiapan alat perlu diikuti kesiapan manusia. Orang yang berada di Toko sebaiknya mengetahui lokasi APAR dan memahami fungsi dasarnya.
Mengenal APAR Powder
Setiap jenis APAR mempunyai karakteristik berbeda. Karena itu, APAR Powder sebaiknya digunakan sesuai dengan kondisi kebakaran yang memang dapat ditangani oleh media tersebut.
Memahami Risiko Kebakaran
Sebelum menentukan perlengkapan, pengelola dapat memetakan sumber energi dan material yang terdapat di Toko. Langkah ini membantu memahami area yang membutuhkan perhatian lebih.
Kesimpulan
Perlindungan kebakaran membutuhkan pendekatan menyeluruh. APAR dapat membantu respons awal, tetapi keselamatan pengguna tetap menjadi prioritas ketika kondisi darurat berkembang.
Penempatan APAR Powder
APAR yang tertutup kardus, furnitur atau peralatan lain dapat menyulitkan pengguna ketika terjadi keadaan darurat. Karena itu, area sekitar APAR Powder perlu dijaga tetap mudah diakses.
Pemeriksaan lokasi dapat dilakukan untuk memastikan APAR tidak berpindah atau tertutup benda lain.
Pemeriksaan APAR Powder
Kesiapan APAR perlu dipantau secara berkala. Pemeriksaan dapat dimulai dari kondisi fisik dan akses terhadap peralatan:
- Kebersihan bagian luar tabung.
- Tanda kebocoran.
- Tanda korosi atau kerusakan.
- Selang dan nozzle.
- Label penggunaan.
- Pin atau pengaman.
- Segel.
- Indikator tekanan jika tersedia.
- Bracket atau dudukan.
Jika ditemukan kondisi yang tidak normal, pengelola sebaiknya meminta pemeriksaan atau penanganan dari pihak yang kompeten.
Membangun Kesiapsiagaan
Persiapan sebelum kejadian membantu mengurangi keputusan spontan ketika keadaan darurat terjadi. Pengelola perlu memastikan informasi dasar keselamatan mudah diketahui.
Fokus Kesiapsiagaan
Pendekatan yang baik tidak hanya memperhatikan keberadaan APAR Powder, tetapi juga bagaimana alat tersebut dipahami dan dikelola.
Memilih APAR Powder untuk Toko
Pemilihan yang baik perlu mempertimbangkan karakteristik tempat dan risiko. Beberapa faktor yang dapat diperhatikan antara lain:
- Jangan memilih hanya berdasarkan harga atau ukuran tabung.
- Perhatikan kondisi fisik APAR sebelum digunakan.
- Pastikan lokasi pemasangan tidak menghalangi jalur keluar.
- Gunakan evaluasi tenaga kompeten apabila kondisi risikonya kompleks.
- Pilih media pemadam yang sesuai dengan kondisi yang mungkin terjadi.
- Perhatikan kemudahan pengguna mengambil APAR.
Cara Menggunakan APAR Powder
Penggunaan APAR Powder harus dilakukan hanya ketika kondisi memungkinkan dan pengguna mempunyai jalur keselamatan. Petunjuk pada tabung tetap menjadi acuan utama.
- Lakukan penyemprotan dengan tetap memperhatikan posisi aman.
- Apabila api berkembang atau kondisi membahayakan, segera tinggalkan area.
- Pastikan kondisi sekitar masih aman untuk melakukan pemadaman awal.
- Arahkan media pemadam sesuai petunjuk penggunaan.
- Ikuti petunjuk yang tercantum pada tabung.
- Hubungi layanan darurat yang sesuai apabila kebakaran tidak dapat dikendalikan.
- Pastikan pengguna mempunyai jalur keluar yang aman.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kebiasaan dapat mengurangi kesiapan APAR. Hal-hal berikut sebaiknya menjadi perhatian:
- Tidak memberikan edukasi kepada pengguna.
- Menunda penanganan ketika APAR menunjukkan kondisi tidak layak.
- Tidak melakukan pemeriksaan berkala.
- Menjadikan APAR sebagai satu-satunya perlindungan kebakaran.
- Menempatkan APAR di belakang barang sehingga sulit diambil.
- Memilih jenis APAR tanpa mempertimbangkan risiko.
- Menganggap semua APAR cocok untuk semua jenis kebakaran.
Setiap lingkungan mempunyai kebutuhan yang berbeda. Karena itu, evaluasi lapangan tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan perlengkapan proteksi kebakaran.
Pengelola juga dapat melakukan edukasi secara berkala agar orang yang berada di lingkungan tersebut mengetahui lokasi APAR dan memahami batas penggunaan alat.